Thursday, July 4, 2013

SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU DAKWAH

Agama islam mengajarkan tauhit murni, segala pengabdian dipersembahkan kepada Allah SWT. Sesudah hidup ini terdapat hidup yang lain, masa manusia akan menerima gejaran amal baiknya di akhirat.
            Manusia adalah pengembang amanah Allah dan khalifahnya diatas bumi, mendorong manusia untuk mempergunakan akal pikirannya, berkata-kata haruslah mengajarkan mempersaudarakan kemanusiaan dan persaudaraan keagamaan, dan mengajarkan persamaan. Diatas semua itu islam membawa sejumlah nilai-nilai budi luhur, Akhlak mulia dan bahwa misi islam adapun misi islam adalah misi rahmat bagi seluruh umat islam.

A.      Urgensi-Urgensi Sejarah Ilmu Dakwah

            Kita melihat dahwak sudah disiarkan melalui  kitap-kitap dengan berlangsungnya dakwah malalui kitap-kitap berarti dari suatu segi terdapat peningkatan mutu materi dakwah.
            Dari segi lain dakwah bereontasikan rasio yang lebih tinggi situasi dan kondisi Al madru juga menentukan hasil capaian suatu dakwah. Begitu banyak saluran tersiarnya islam maka yang penting kita ingat adalah membaurnya orang islam yang satang keusuatu tempat dengan penduduk tempat itu telah dapat memperlancar jalanya dakwah.
            Didirinya pusat-pusat pengkajian islam dan sekolah-sekolah telah mengantarkan kepada kepestaan dakwah, karena sekolah-sekolah menjadi tempat-tempat pengendara para da’i.
            Sekitar tahun 1939 telah dirintis ilmu dakwah yang dibutuhkan salah seorang ulama Al-Azhar, Syekh Ali Mahfudh telah melakukan asas-asas bagi ilmu ini, dengan diterbitkan beberapa buku-buku karangannya.

B.       Sejarah Pemikiran Ilmu Dakwah

            Islam adalah agama samawi terakhir yang bersifat universal dan berfungsi sebagai rahmat bagi seluruh alam.
            Nilai keramahamatan dari islam diharapkan dapat menyentuh berbagai bidang kehidupan manusia, karena Al-Qur’an diturunkan untuk menjadi pedoman, petunjuk (hudan), obat(syifa’) dan rahmat bagi manusia untuk mewujutkan fungsi tersebut, maka islam harus dipahami secara menyeluruh (holistik) dan mendalam serta upaya yang sungguh-sungguh untuk mensolisasikan melalui kegiatan dakwah.
            Sesungguhnya Al-Qur’an mengandung konsep kemanusiaan karena dialamnya terdapat muatan-muatan yang mengatur hubungan manusia baik secara vertical maupun secara horizontal.
Hubungan manusia yang diatur oleh Al-Qur’an adalah memancarkan nilai-nilai ketuhanan, bukan kemanusiaan yang berdiri sendiri, walaupun agama diturunkan dari langit, tapi untuk kepentingan manusia dibumi.

C.      Tahap-Tahap Perkembangan Ilmu Dakwah 
Ilmu dakwah pada masa Rasulullah belumnya merupakan  islam yang dibukukan akan tetapi masih merupakan ilmu didalamnya terapan rasul sendiri dan pengikut-pengikut beliau.

Masa khulafa’ur Rasyidin
1.        Abu Bakar
Pemerintah Khulafa’ur Rasyidin menghabiskan perjalanan Rasulullah SAW dalam kebanyakan bidang pemberitahuan, kemudian ditambah beberapa unsure baru yang diperlukan situasi masa masing-masing Khalifah.

2.        Umar Ibnu khatab
Khalifah Umar adalah pengutus Negara islam telah melakukan beberapa pekerjaan besar.
1.    Membentuk kantor-kantor , dewan perwakilan, sensus, pos, baitul mall dan dewan perwakilan serangan musuh.
2.    Membangun gedung tempat orang-orang islam, gedung tempat dimana orang-orang berdosa dihukum, perdagangan kebijakan dinamakan baiti dohiq untuk membantu Fakir Miskin dan orang-orang kelaparan.

3.        Usman Ibnu Affan
Gerakan militer Usman diantaranya ada beberapa sarana:
1.    Menghukum orang-orang yang melanggar dan memudahkan pemberontakan yang berlangsung dalam sebagia penjuru yang telah masuk islam pada masa Umar.
2.    Terus berlangsungnya perluasan islam dimedan-medan yang telah dicapai pada masa Umar Ibnu Khatab.

4.        Masa Ali
Masa Ali adalah sesuatu masa yang tidak stabil timbul pertentangan dan perang antaranya dengan mu’awwiyah yang ingin meruntuhkan bela usman dalam masa ini kita tidak mengetahui bagaimana dakwah dilaksanakan.
Dakwah sebagai ilmu yang dilakukan yang disusun dalam sebuah buku belum lahir, para pelaku dakwah harusya khalifah-khalifah Rasul ini. Disini dalam masanya masing-masing menempuh altenatif dan sarana-sarana tersebut adalah dengan pertimbangan pikiran yang masuk.

5.        Masa Abbasiyah (132-656 H)
Dalam masa ini terjadi penyusunan dan penulisan kitap. Mengantar unsure-unsur islam yang dinamakan juga dengan Al-Ulumih Naqliyah dan terjemahan dalam bahasa asing.
Dari uraian singkat diats kita meilhat agama islam telah melalui tersiar melalui ilmu-ilmu seperti tafsir, dan hadits, dengan dibutuhkan ilmu-ilmu itu masa islam dikenal lebih luas dikalangan masyarakat muslim sendiri dan non-muslim.

D.      Ilmu Dakwah Di Indonesia
            Di indonesia dakwah sudah pula murni memilih arternatif lain seperti rumah sakit, buku-buku agama banyak diterbitkan orang, musabaqah tilawatil Qur’an diselenggarakan sejak dari tingkat kecamatan atau desa sampai tingkat nasional dan tingkat internasional.



DAFTAR PUSTAKA

Abdullah.2001. Wawasan dakwah. Medan: Iain Press Medan.
Thahir Harum. 1985-1986. Ilmu Dakwah. Banda Aceh : Iain Jami’ah Ar-Raniry.

Hasjmy. 1985. Pengantar Ilmu Dakwah. Banda Aceh: Iain Jami’ah Ar-Raniry.

1 comment: