Monday, April 29, 2013

Amankah Softlens Digunakan Untuk Jangka Waktu Panjang?


Memakai softlens memang menjadi solusi cepat untuk yang tidak mau ribet pakai kacamata, terutama untuk yang minusnya gede. Pasti ribet banget tiap hari pakai kacamata dengan minus tinggi dan pasti tebal banget deh kacanya.
Untuk yang minus tinggi dan pasti tiap hari harus menggunakan alat bantu penglihatan, memakai softlens jauh lebih praktis dan tidak ribet.

Softlens yang dipakai tiap hari haruslah selalu dibersihkan dan dijaga perawatannya.
Selain softlens membantu agar tidak ribet menggunakan kacamata untuk membantu penglihatan, kita sering mendengar mengenai berbagai bahaya softlens. Oleh karena itu, tidak jarang orang yang berpikir berkali-kali untuk mengenakannya karena mendengar cerita softlens yang mengerikan. Ada yang bilang bisa iritasi, mata merah bahkan tidak bisa terkena panas.

Kriteria kesehatan sebelum menggunakan softlens :
- Calon pemakai softlens tidak memiliki riwayat alergi, karena dikhawatirkan akan tidak tahan dengan produk-produk kimia yang digunakan dalam perawatan softlens. Jika calon pemakai memiliki riwayat alergi, sebaiknya konsultasikan dahulu dengan dokter spesialis mata, apakah boleh memakai softlens atau tidak.
- Belum pernah menjalani operasi mata, terutama yang mengakibatkan perubahan bentuk/kontur kornea. Pemakaian softlens untuk mereka yang pernah menjalani operasi mata sebaiknya sudah mendapat persetujuan dokter yang berkompeten.
- Tidak memiliki kelainan bentuk kornea yang terlalu rata/flat (cornea plana) maupun yang terlalu mengerucut (keratoconus). Kedua kelainan bentuk kornea tersebut akan dapat menyebabkan softlens/lensa kontak tidak dapat fit/terpasang secara ideal).
- Tidak memiliki kelainan palpebra (kelopak mata) yang mempersulit pemasangan dan pelepasan softlens, atau yang menyebabkan kedudukan softlens tidak ideal.
- Tidak bekerja di lingkungan yang berdebu, bersuhu tinggi, atau pun beruap bahan kimia (misalnya di pom bensin, area pengecatan mobil, dll).
- Terdapat kasus anisometropia tinggi, yaitu mata kanan dan kiri memerlukan ukuran lensa yang berbeda jauh. Pemakaian softlens dalam kasus ini tentu saja juga harus memenuhi 5 persyaratan di atas.

Pastikan kamu menggunakannya dengan benar, sehingga softlens pun aman digunakan dan tidak akan menimbulkan masalah mata (seperti iritasi).

Pertama: Pastikan kamu selalu mencuci tangan terlebih dahulu sebelum memegang softlens. Bersihkan softlens sebelum dan sesudah digunakan dengan menggunakan cairan khusus untuk softlens agar tetap steril.

Kedua: Hati-hatilah dengan kuku kamu. Jika kamu belum terbiasa dengan softlens, sebaiknya hindari kuku yang terlalu panjang. Secara tidak kamu sadari, kuku jari tangan dapat merobek softlens kamu.

Ketiga: Untuk mengurangi risiko penggunaan softlens yang tertukar, gunakan softlens dari mata sebelah kanan terlebih dahulu. Atau tandai bagian kanan atau kiri tempat softlens kamu.

Keempat: Demi keamanan dan kesehatan mata, sebaiknya jangan menggunakan softlens pada saat tidur, mandi, atau berolahraga air, seperti berenang.

Kelima: Pastikan kamu merendam softlens minimal 4 hingga 5 jam sebelum menggunakannya kembali.

Keenam: Sebaiknya kamu tidak meminjamkan atau meminjam softlens kepada orang lain untuk digunakan. Hindari juga menggunakan contoh softlens yang disediakan untuk dicoba oleh konsumen.

Ketujuh: Bawalah obat tetes mata khusus pengguna softlens ke manapun kamu pergi. Dengan begitu, kamu bisa segera menetesi mata saat mata terasa kering. Softlens biasanya terasa lebih cepat kering di ruangan ber-AC.

Kedelapan: Jika mata terasa gatal, perih, atau terjadi iritasi pada mata, segeralah periksakan mata pada dokter mata.Jangan lupa untuk selalu memperhatikan batas pemakaian softlens yang kamu gunakan. Pada umumnya batas softlens beragam, ada yang 1 hari, 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, atau hingga 1 tahun.